Desa Malasari

Desa Malasari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa ini dikenal sebagai wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Lingkungan alamnya masih sangat asri, dengan hutan hujan tropis, sungai-sungai jernih, serta udara yang sejuk. Sebagian besar masyarakat Desa Malasari menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, serta kegiatan berbasis alam seperti ekowisata. Kearifan lokal dan budaya gotong royong masih terjaga kuat dalam kehidupan sehari-hari warga. Masyarakat Desa Malasari sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani, pekebun, dan pelaku usaha berbasis alam. Nilai-nilai kearifan lokal, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakatnya.

Desa Wisata Malasari menawarkan beragam potensi wisata alam, budaya, dan edukasi yang terintegrasi dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Daya tarik utama desa ini meliputi panorama pegunungan yang hijau, hutan hujan tropis, perkebunan teh dan kebun rakyat, sungai-sungai berair jernih, serta sejumlah air terjun alami yang tersebar di wilayah desa. Wisatawan juga dapat menikmati jalur trekking dan hiking, kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi, serta wisata budaya melalui kehidupan masyarakat desa yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal, tradisi gotong royong, dan aktivitas pertanian. Didukung oleh homestay warga dan pemandu lokal, Desa Wisata Malasari menjadi destinasi ekowisata yang cocok untuk wisata keluarga, pendidikan, maupun wisata minat khusus di Kabupaten Bogor.

Secara historis, Desa Malasari merupakan bagian dari wilayah pedalaman Bogor yang sejak masa lampau berada dalam pengaruh pemerintahan lokal Sunda, kemudian masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Bogor pada masa kolonial dan berlanjut hingga setelah kemerdekaan Indonesia. Kawasan Malasari berkembang seiring pembukaan wilayah perkebunan pada masa Hindia Belanda, terutama untuk mendukung kepentingan ekonomi kolonial di wilayah Bogor bagian barat. Pada masa tersebut, wilayah Malasari berada di bawah pengawasan pemerintahan kolonial setempat yang berpusat di Bogor, baik dalam urusan administrasi, keamanan, maupun pengelolaan lahan perkebunan.

Pasca kemerdekaan, Desa Malasari secara resmi menjadi bagian dari sistem pemerintahan Kabupaten Bogor, Kecamatan Nanggung, dan berperan sebagai desa penyangga kawasan hutan negara yang kemudian ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Dalam konteks pemerintahan daerah, Desa Malasari memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, serta pengembangan desa berbasis ekowisata yang sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Bogor. Hingga saat ini, Desa Malasari terus berkembang sebagai bagian dari wilayah administratif Bogor yang mengintegrasikan fungsi pemerintahan desa, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat.

Ada informasi penting yang berhubungan dengan pemerintahan Kabupaten Bogor, yaitu bahwa Bupati Bogor pertama yang tercatat dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor setelah kemerdekaan adalah Raden Ipik Gandamana Sumawinata, yang menjabat pada periode 1948–1949. Beliau memimpin wilayah ini di masa awal pemerintahan setelah Indonesia merdeka, termasuk pada masa perjuangan menghadapi agresi Belanda. Lokasi Pendopo Malasari di Desa Malasari juga dikenal sebagai kantor pemerintahan Bogor pertama ketika beliau menjalankan tugas sebagai Bupati di tengah keadaan perang dan transisi pemerintahan saat itu.

Dari sisi promosi, Desa Malasari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata, wisata edukasi, dan wisata budaya. Keunikan alam, sejarah perkebunan, serta kehidupan masyarakat Kampung Citalahab dapat menjadi nilai jual utama dalam promosi pariwisata berkelanjutan. Pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Dengan pengelolaan yang baik dan promosi yang tepat, Desa Malasari berpeluang menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah Bogor bagian barat.




informasi selengkapnya 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LITERASI INFORMASI

  6. Literasi Informasi Literasi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu ketika manusia mulai mengenal tulisan, dan terus berkembang dari seka...