6. Literasi Informasi
Literasi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu ketika manusia mulai mengenal tulisan, dan terus berkembang dari sekadar kemampuan membaca dan menulis menjadi kecakapan hidup yang mencakup kemampuan memahami, menilai, dan menggunakan informasi secara kritis.
Di tingkat global, literasi diakui sebagai hak dasar manusia pada abad ke-20 dan semakin meluas maknanya di era digital. Di Indonesia, literasi telah ada sejak masa kerajaan, mulai dikembangkan secara sistematis setelah kemerdekaan melalui program pemberantasan buta huruf, dan sejak tahun 2015 dimaknai lebih luas melalui Gerakan Literasi Nasional sebagai upaya membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
apa itu literasi ?
Literasi adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi atau pengetahuan secara efektif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Secara sederhana:
👉 literasi = mampu memahami dan menggunakan informasi dengan benar, bukan sekadar bisa membaca atau menulis.
Makna literasi secara luas
1. Literasi baca tulis
2. Literasi numerasi
3. Literasi sains
4. Literasi digital
5. Literasi informasi
6. Literasi media
7. Literasi finansial
8. Literasi budaya dan kewargaan
9. Literasi data
10. Literasi lingkungan
Awalnya literasi hanya diartikan sebagai bisa membaca dan menulis, tetapi sekarang maknanya berkembang menjadi kemampuan:
-
berpikir kritis
-
memecahkan masalah
-
mengambil keputusan berbasis informasi
-
berpartisipasi aktif dalam masyarakat
Contoh penerapan
Membaca informasi → paham isinya
-
Menemukan data → mampu menilai kebenarannya
-
Mendapat pengetahuan → bisa menerapkannya secara tepat
👉 Jadi, literasi adalah fondasi kecakapan hidup di era informasi dan digital.
Secara umum, ada beberapa jenis literasi penting yang perlu diketahui dan dikuasai masyarakat saat ini. Jenis-jenis ini saling melengkapi, terutama di era digital. Kemampuan dasar untuk membaca, menulis, memahami, dan mengekspresikan gagasan secara jelas merupakan fondasi semua literasi lainnya.
Kemampuan memahami dan menggunakan angka, data, grafik, tabel, serta logika matematika dalam kehidupan sehari-hari (misalnya membaca laporan keuangan atau statistik).
Kemampuan memahami fenomena alam dan sosial secara ilmiah, berpikir logis, berbasis bukti, dan tidak mudah percaya pada klaim tanpa dasar ilmiah.
Kemampuan menggunakan teknologi digital (HP, komputer, internet) secara aman, kritis, dan produktif, termasuk memahami etika dan keamanan digital.
Kemampuan mencari, menilai, mengolah, dan menggunakan informasi secara benar dan bertanggung jawab (termasuk mengenali hoaks).
Kemampuan memahami isi media (berita, TV, media sosial), mengenali bias, framing, dan kepentingan di balik suatu informasi.
Kemampuan mengelola keuangan pribadi/keluarga, memahami tabungan, utang, investasi, dan risiko keuangan.
Pemahaman terhadap nilai budaya, keberagaman, hak dan kewajiban warga negara, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kemampuan membaca, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari data (termasuk data statistik dan infografis).
Kesadaran dan kemampuan memahami isu lingkungan serta bertindak ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, maka literasi informasi adalah kemampuan seseorang untuk menyadari kebutuhan informasi, lalu mencari, menilai, menggunakan, dan menyampaikan informasi tersebut secara tepat, kritis, dan bertanggung jawab.
Sederhananya: bukan cuma bisa mencari info, tapi juga paham mana yang benar, mana yang menyesatkan, dan bagaimana memakainya dengan bijak.
Unsur utama literasi informasi
- Tahu informasi apa yang dibutuhkan dan untuk tujuan apa.
- Mampu menggunakan buku, internet, jurnal, data resmi, arsip, dan sumber tepercaya.
- Mengecek:
- Untuk belajar, mengambil keputusan, menulis, atau membuat kebijakan.
- Tidak memelintir fakta, tidak melakukan plagiarisme, dan menghargai hak cipta.
- Membandingkan berita dari beberapa sumber sebelum percaya atau menyebarkannya.
- Langsung menyebarkan info WA tanpa cek kebenarannya.
Manfaat literasi dan Keterbukaan informasi
Hubungan antara literasi informasi dan keterbukaan informasi publik antara lain :
Mengenali kebutuhan informasi
Mencari informasi secara efektif
Menilai kualitas informasi
Sumbernya jelas atau tidak
Datanya valid atau hoaks
Terbaru dan relevan atau tidak
Menggunakan informasi dengan benar
Mengkomunikasikan informasi secara etis
- Orang berliterasi informasi:
- Kurang literasi informasi:
- Menghindari hoaks dan disinformasi
- Membantu pengambilan keputusan yang tepat
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan kebijakan
- Membentuk masyarakat kritis dan cerdas
Keterbukaan informasi menyediakan akses, sedangkan literasi informasi menentukan apakah masyarakat mampu memanfaatkan akses tersebut dengan benar. Keduanya saling melengkapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar